Hari ini, dengan banyak kenangan terbentuk di ingatan tentang apa itu sekolah, apa itu teman dan cinta, aku sedang bersama orang-orang hebat yang selalu ada dimanapun itu. Kiranya orang-orang yang baru aku kenal itu memberiku efek, dari efek radiasi sampai efek financial yang membuatku tidak seperti dulu lagi. Seperti saat tidak pernah menatapnya atau tidak menyapa orang ramah yang baik itupun membuat aku sungkan. Mengenal apa itu kakak dan adik, dan juga posisi push up dan bac kup.
Tahu looping dan dejavu? |haha, sepertinya demikian| setiap perulangan itu membuatku ingat pada trauma tahun lalu. Wow, menusuk seseorang di sana yang mendayu-dayu mencoba untuk lupa. Padahal disini, ada orang pelupa yang selalu ingat dan itu membuatku tersiksa. Bukan karena siksa neraka ataupun fitnah kejam yang melebihi pembunuhan.
Yang aku bisa ucapkan hanya maaf dan terima kasih, itupun yang sudah aku lakukan itupun sudah membuatku benar-benar lega. Maafkan aku bung, anak itu demikian adanya.
Lho rin? curhat?? |nggak, ini lagi bikin puisi #jangan terpengaruh ya, cuma latihan|huh, appan i dont care, rin| tapi aku tetep care :3